Check this out: Rileks.com
Apa yang akan di lakukan jika kita menjadi ’Superstar’ nya?
Makin diGosok makin Siiip.. ’Gossip’, sebutan itu hanya sekedar plesetan yang dipakai kebanyakan orang dalam menyebutkan nama lain dari berita burung, rumors atau issue. Berita yang belum tentu benar kenyataannya. Bahkan tak jarang berkonotasi negatif.
Gosip biasanya dihembuskan oleh seseorang untuk niat-niat tertentu. Bisa juga diartikan sebagai pujian, rasa kagum dan penghargaan, jika berita itu benar adanya. Tak jarang gosip berkonotasi negatif jika berita yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan. Untuk yang terakhir inilah, biasanya sang penyebar gosip terpicu karena ia memiliki sifat kurang baik, iri dengan apa yang telah dicapai oleh sang korban dan ingin menjatuhkannya dengan cara yang tidak sportif.
Gosip itu selalu ada, bukan hanya dalam kehidupan seorang selebritis, tetapi juga dalam lingkungan pergaulan sekitar kita, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, perkumpulan organisasi, bahkan dalam lingkungan kerja. Bagaimana jika kita menjadi sasaran gosip di tempat kerja?
Wuih, rasanya tak seorangpun ingin bermimpi mengalami hal tersebut. Pernah atau tidak, belum atau akan (tentu yang satu ini, andapun tak ingin mengalaminya bukan?).
Perasaan sedih, kesal, gemas dan marah, akan bercampur-aduk membuat perasaan kurang nyaman dalam suasana kerja.
Hal tersebut dapat mempengaruhi motivasi, kinerja dan produktivitas, yang lambat laun jika tidak diatasi dengan baik akan menghambat kemajuan karir seseorang. Kebanyakan karyawan yang pernah menjadi korban gosip sering lebih memilih jalan pintas untuk pindah / mencari pekerjaan baru di tempat lain. Sangat disayangkan jika karir yang telah baik dibina harus dikorbankan, hanya gara-gara sebuah kata ‘gosip’.
Perlu sedikit kita mengetahui dan belajar kiat-kiat untuk meredam serta mengatasi hal tersebut jika suatu hari kelak mengalaminya.
Seorang kawan menelepon saya, katakanlah Ambar namanya. Gadis hitam manis ini menceritakan bahwa aksi diam dan acuh terhadap rekan sekantornya telah membuahkan hasil. Ia sudah dapat bernafas lega setelah pengalaman buruk yang menimpanya di kantor telah surut minggu lalu. Kala beredar kabar kurang menyenangkan tentang dirinya, selain stress ia juga merasa kinerja & konsentrasi kerja di kantor terganggu. Entah siapa yang menyebarkan kabar burung bahwa kawan ini memiliki affair dengan atasannya. Karir Ambar tergolong sukses dan memiliki reputasi baik di setiap perusahaan manapun dia bekerja. Tak heran jika atasan puas dengan hasil yang diraih. Inilah yang mengakibatkan karir Ambar terbilang sukses dan cepat dipromosikan dibanding rekan-rekan kerja lain.
Berbeda dengan Ambar, Aulia misalnya, dia seorang yang peduli jika gosip menerpa dirinya. Pria gemuk yang berkarir cukup baik di sebuah perusahaan IT ini, akan mencaritahu siapa saja yang telah mendengar gosip seputar dirinya dan langsung mengklarifikasikan kebenaran hal tersebut kepada setiap rekan kerja yang telah mengetahui hal tersebut.
Tak segan-segan Aulia menyambangi mereka pada saat jam kerja, terlebih pada saat istirahat kantor untuk membenarkan dan menceritakan duduk persoalan sebenarnya. Alhasil dia berhasil untuk mehilangkan gosip yang menimpa dirinya, meskipun disisi lain beberapa tugas kantor menjadi berantakan. Ia cukup puas, seakan telah menyemprotkan obat serangga kepada nyamuk-nyamuk yang berterbangan disekitarnya.
Lain lagi cerita seorang eksekutif di Jakarta. Yunda, adalah seorang yang cukup supel dalam pergaulan. Ia memiliki segudang aktivitas di dalam dan di luar kantor. Selain mengerjakan tugas kantor yang telah menguras pikiran dan tenaga, hampir setiap hari di minggu kerja, wanita berkulit putih ini melakukan hobi clubbing dan hangout bersama gank-nya.
Terkadang keesokan paginya dia terlihat segar untuk memulai aktivitas baru. Tak ayal, tersebarlah gosip bahwa ia seorang pemakai obat-obatan terlarang. Hal yang dilakukan Yunda, sedikit berbeda dengan Ambar dan Aulia. Selain bersikap acuh dan tak mempedulikan gosip tersebut, sesekali ia malah membesar-besarkan cerita jika beberapa rekan kerja bertanya tentang kebenaran berita tersebut. Dan diselingi tawa dia berkata, ”Kalo gue pake obat, kok gue bisa sampai disini? Enakan tidur dong dirumah!”.
Bagaimanakah sikap anda jika mengalami hal seperti Ambar, Aulia dan Yunda, atau entah siapa lagi yang pernah menjadi korban gosip.
Ih, amit-amit! Ya, mungkin kata tersebut yang akan keluar dari mulut anda andai mengalaminya secara langsung. Nah, tak ada salahnya jika anda belajar dari pengalaman dan juga mencoba melakukan beberapa tindakan positif yang pernah dilakukan oleh para korban gosip, agar dapat berhasil dan sukses keluar menjadi seorang ‘Superstar’ yang cemerlang.
Menjadi orang yang riang

Sulit rasanya anda harus memasang muka ceria, bersikap riang dan bersahabat jika sedang mengalami masa-masa buruk, akibat gosip yang sedang panas-panasnya melanda lingkungan kerja.
Tetapi hal ini, sebaiknya tidak merubah anda menjadi seorang yang pemurung dan menghindar dalam setiap suasa pergaulan di kantor. Ciptakan suasana riang dan hangat, ucapkan salam kepada rekan kerja dan bersikaplah seolah-olah sedang tak terjadi sesuatu pada diri anda.
Jika anda telah mengetahui siapa sumber penyebar gosip tersebut, ulurkan tangan anda kepadanya dan perlakukanlah dia dengan wajar. Jangan anda menunjukan sikap, raut wajah berubah dan kurang bersahabat selama gosip itu masih beredar.
Biarkan sang penggosip merasa bingung akan sikap anda tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa anda bukanlah sekelas dengannya. Anda ya anda! Seseorang yang memiliki kepribadian kuat, seorang yang selalu membalas tindakan buruk dengan kebaikan. Ini akan membuatnya merasa malu dengan apa yang telah diperbuatnya. Selain itu, rekan-rekan kantor lain yang telah termakan hembusan gosip akan dapat menilai bagaimana anda sebenarnya. Lambat laun gosip itu akan hilang dengan sendirinya.
Bergaya selebritis
Tak ada salahnya jika anda membenahi diri dan penampilan pada saat gosip menerpa. Tokh masalah yang anda hadapi merupakan tanda bahwa anda seorang yang disayang dan diperhatikan dalam lingkungan.
Berpenampilan menawan dan berdandanlah yang lebih rapih dari biasanya. Timbulkan kesan lebih elegan selama itu masih dalam norma & etika berbusana yang baik di lingkungan anda bekerja.
Belajarlah dari apa yang dilakukan kebanyakan selebritis. Penampilan mereka dan image diri merupakan aset bagi reputasi yang sangat penting untuk mendukung karir mereka. Layaknya seorang artis terkenal, sempatkanlah untuk memanjakan diri anda, agar penampilan semakin oke. Pergi ke salon, tempat-tempat perawatan tubuh, gym / fitnes center, berolahraga atau melakukan aktivitas sesuai minat dan hobby. Selain akan membantu anda melepas stress, andapun telah menyalurkan / membuang rasa amarah melalui energi secara positif.
Jika anda telah mengetahui siapa sumber penyebar gosip tersebut, katakan kepadanya bahwa anda sangat berterimakasih atas kebaikannya dalam menyebarkan gosip sehingga membantu anda menjadi seorang yang popular seantero kantor. Sampaikan hal tersebut dengan mata berbinar-binar layaknya selebritis yang dkagumi para penggemarnya. Dan komentari pula mengenai skenario yang dia buat itu ’kurang hebat dan kreatif’. Tawarkan kepadanya bahwa anda bersedia membantu mengerjakan skenario selanjutnya bersama-sama agar ceritanya menjadi lebih menarik lagi.
Hal ini menunjukkan bahwa anda tak goyah dalam menghadapi gosip apapun yang ia sebarkan. Anda masih dapat bekerja dengan baik, bahkan dapat pula meluangkan waktu untuk membantunya ditengah-tengah kesibukan tugas-tugas. Ini akan membuatnya merasa malu sekaligus jera untuk melakukannya lagi terhadap anda.
Besarkan lagi!Jika gosip melanda, tak heran jika banyak kawan-kawan sekantor lainnya akan banyak mengklarifikasikan gosip itu kepada anda secara langsung. Baik melalui telepon, chatting via internet, private email, HP dan bahkan mungkin mencegat anda ketika anda baru saja masuk ke dalam kantor atau memarkir kendaraan. Tentu hal ini sangat menyebalkan. Jaga emosi!
meskipun hati kesal, bosan dan capai. Andai emosi memuncak dan kesabaran anda telah habis dalam menghadapi gosip yang menerpa, hindarilah untuk melakukan hal-hal pengrusakan, terutama pada barang-barang milik penyebar gosip tersebut. Membanting pintu, memecahkan gelas, melempar file-file kantor dan berteriak-teriak bukanlah hal yang baik dalam berstrategi menghapus gossip dengan menunjukan rasa pembelaan diri serta protes atas berita bohong yang beredar secara brutal (kehilangan kontrol diri).
Aturlah strategi meredam gosip dengan tenang, anda bahkan dapat membesar-besarkan lagi cerita-cerita yang telah beredar dengan gaya jenaka dan kata-kata yang lebih dasyat untuk mendramatisir gosip tersebut. Ceritakan berbagai skenario lain yang tak masuk akal dengan mimik muka serius diselingi senyum sesekali untuk mendukung gosip tersebut pada setiap orang yang bertanya.
Semakin anda bersikap heboh dan seru dalam bercerita kepada orang lain, semakin banyak timbul cerita simpang siur yang tak jelas. Hal ini akan membuat para rekan di kantor menjadi tak peduli dan merasa bosan akibat berita yang tidak fokus dan terus berkembang tiada akhir. Lambat laun gosip itu akan hilang dengan sendirinya.
MenyetujuiTerkadang gosip akan selalu ditambah bumbu-bumbu dari setiap orang yang memperbincangkannya secara estafet. Jika anda telah letih dalam mengklarifikasi gosip tentang diri anda, dan masih banyak kawan sekerja bertanya untuk meyakinkan kebeneran gosip tersebut. Sebaiknya ’Iya’kan saja apa yang mereka tanyakan. Tak ada penambahan dan pengurangan dalam obrolan klarifikasi itu.
Setujui-lah setiap apa & bagaimana versi yang mereka dengar. Anda dapat menunjukannya dengan perkataan iya dan tidak, atau bahkan menggunakan bahasa tubuh, seperti anggukan, gelengan kepala dan senyuman. Hal ini menunjukkan bahwa diri anda tidak mengindahkan apa yang sedang menjadi topik terhangat di kantor. Lama kelamaan rekan-rekan yang telah termakan oleh gosip mengenai diri anda akan bosan untuk terus memperbincangkannya, karena selalu menerima jawaban tidak serius dari anda.
Diskusi di luarJika gosip telah semakin parah dan mengganggu performa kerja secara umum, sehingga dibawa ke dalam rapat mingguan kantor, ajaklah penyebar gosip tersebut untuk bertemu dan berbicara empat mata di luar kantor. Hal ini untuk menghindari adanya pihak lain yang akan ikut campur dan memperkeruh suasana. Diskusikan akibat perbuatannya terhadap lingkungan kerja dalam suasana kantor, terutama pengaruhnya terhadap anda.
Hindari pemakaian sumpah serapah dan hujatan, karena selain anda berada di tempat umum, hal tersebut dapat pula memperkeruh suasana. Pakailah kata-kata lugas dan tegas dalam menyampaikan rasa keprihatinan anda atas tindakannya yang buruk. Ungkapkan bahwa hal tersebut harus diakhiri. Yang pada intinya, anda harus pula bersikap tenang dan menyampaikannya secara berwibawa serta mengembalikan kepada sang penyebar gosip, bahwa ia harus memperbaiki keadaan seperti semula.
Selama anda dapat berpikir positif, sabar dan bertindak dewasa, peningkatan karier dapat anda raih secara instan. Layaknya selebritis yang semakin banyak mendapat tawaran jika namanya sedang naik daun, andapun juga dapat sukses menjadi ’Superstar’ dari sebuah pengalaman pahit. Ubahlah pengalaman pahit itu menjadi suatu hal yang positif & berguna untuk kemajuan diri dan karier.
Berfikirlah positif bahwa diri anda merupakan orang yang memiliki banyak kelebihan, sehingga memang layak diperhatikan dan diperbincangkan. Anggaplah juga sang penyebar gosip sebagai seorang kawan baik yang telah membantu anda memperbaiki diri guna mendukung karier anda.
Gunakan kesempatan itu sebagai pemicu dan motivasi untuk lebih mempromosikan diri anda, khususnya dalam kinerja kerja, dedikasi serta sikap anda dalam menghadapi setiap permasalahan. Hal ini akan membuat penilaian yang baik dari atasan anda bahwa anda merupakan salah satu asset kantor yang harus dijaga. Semoga anda mampu dan pandai untuk berperan sebagai sasaran gosip dengan baik.
Selamat menjadi Superstar!!

Segala Isi dan Materi yang disampaikan dalam artikel ini, sepenuhnya ditulis oleh: Principal Consultant Kid Enterprise dan sudah dipublish oleh:
Baca Lebih Lengkap...







