PimpingYourSpace.com. All you can need.

Saturday, May 05, 2007

Langkah Besar seorang HK

Sore ini, saya dan seorang kawan datang ke acara Bachelor Party seorang sahabat yang akan melepas masa lajangnya. Bagi kami, ini suatu hal yang menggembirakan mendengar kawan satu ini telah berniat serius melangkah dan memasuki suatu fase kehidupan baru dalam hidupnya.


Cukup rumit mencari alamat rumah HK, begitulah kami biasa memanggilnya. Setelah berulang kali bulak-balik dan bertanya pada setiap orang di daerah itu, kami pun tiba pada alamat yang tertera di layar HP sesuai pemberitahuannya melalui sms beberapa hari lalu.

Rumah yang ditata cukup unik sore itu bernuansa putih. Dan terdapat beberapa ornamen berwana coklat kayu yang dikombinasikan dengan putih susu. Kala masuk di gerbang rumah, kami sudah disambut dengan beberapa lilin menyala & bunga-bunga berwarna putih yang diletakan sepanjang jalan pintu masuk dan suara musik slow jazz yang romantis.

Awal melangkah ke ruang depan tampak sebuah sofa putih dan sebuah meja persegi empat berkaki pendek yang beralas kain putih susu dan diatasnya telah tertata rapih souvenir-souvenir khusus untuk para tamu yang hadir. Ruangan itu terlihat bersahabat dan nyaman dengan adanya penyejuk ruangan, dan tentu ditambah beberapa tanaman anggrek bulan berwarna putih yang menyejukkan mata.

Kami melewati ruangan ini untuk bergabung dengan para tamu lainnya di ruang tengah. HK tengah menerima berbagai ucapan selamat melalui permainan minum wine. Satu persatu teman akan bersuit dengan calon pengantin dan salah satu dari mereka yang kalah harus meminum wine & bir yang telah disediakan. Tampak wajah HK sudah memerah terlalu banyak minum.
Seakan-akan suara ucapan selamat, doa, restu dan harapan dari seluruh teman untuknya dalam melepas masa lajang minggu depan berlalu sirna begitu saja ditelan suara derai tawa orang-orang yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan santai, kami dan para tamu menikmati cemilan yang ada di meja.
Ajang ini juga dijadikan sebagai reuni kecil bagi para tamu yang hadir. HK memang hanya mengundang kawan-kawan terdekatnya, sebagaimana yang ia paparkan sewaktu memberikan sepatah dua patah kata penyambutan.
Terlihat titik air mata & harunya dia ketika mengucapkan terima kasih pada semua yang hadir dan bisa berkumpul dengan teman2x tercinta yang menerima dia apa adanya selama ini. Dia menyebutkan satu persatu kawan-kawan dan kesan-kesannya pada mereka.

Terdengar balasan pesan untuk HK dari seorang sahabatnya...
"Bagi kami, HK merupakan orang yang terbaik dan sahabat yang menyenangkan yang pernah kami miliki. Kami beruntung mengenalnya. Keputusan dan apapun yang akan dijalankan HK sekarang, merupakan sesuatu yang mencengangkan dan membuat kami semua kaget. HK membuat kami terbangun. Ya, langkah ini memang bukan sesuatu hal yang mudah, perlu banyak pertimbangan dan tekat yang kuat. Tetapi HK sudah menentukannya. Semoga apa yang diperbuat HK sekarang dapat menjadi contoh yang baik bagi saya dan tentunya yang lain juga di masa mendatang. Kami mendoakan semoga HK berbahagia dengan apa yang ditempuh dan menjalani hidup barunya, amin".

Ada haru dibalik senyum saya saat itu.
Sejauh saya mengenal HK, saya tahu dan dapat merasakan bahwa tidaklah mudah bagi dia untuk mengambil keputusan seperti itu. Pergolakan batin yang dia hadapi jelas sangat hebat. Beberapa pacarnya pernah dikenali ke saya. Mulai seorang pria yang berasal dari Padang, hingga mahasiswa yang hingga lulus studi hidup bersamanya.

HK memang salah satu kawan Zez...
Dia seorang pria yang baik hati, ringan tangan, ramah dan supel. Zez senang dengan apa yang menjadi keputusannya dan berdoa... Semoga dia tetap disayang Tuhan dan terus bisa mempertahankan jalan yang ditempuhnya ini, melangkahkan kakinya terus ke depan tanpa menengok kembali kebelakang dan masa lalunya.

Ya, semoga langkah seorang HK dapat menginspirasi para Pencinta Sejenis, maupun pria-pria yang memiliki kecenderungan seperti itu karena pergaulan maupun yang pernah mengalami traumatic phycology, untuk dapat kembali ke kodratnya masing-masing, amin.

Baca Lebih Lengkap...

Thursday, March 22, 2007

Ngambek itu punya Siapa aja??!

Gak banyak orang tau.. klo 'NGAMBEK' yang sering di-LABEL-kan pada anak kecil yang sedang merajuk bila keinginannya gak dituruti ini, sebenarnya bukan HAK PATEN anak-anak saja. Buat orang dewasa juga bisa digunakan kok. Malahan untuk semua gender dan status sosial. Bisa dia itu laki2x, perempuan, pekerja, pengangguran, atasan, bawahan, dan lain sebagainya.


Klo yang kita sering liat tingkah laku ngambek pada anak kecil, gak usah dibahas lagi deh... Itu udah biasa kan.. :D
Mereka bisa meraung-raung nangis bila gak dituruti yang menjadi suatu keinginannya. Trus diem di pojokan. Trus gak mau makan. Trus gak mau diajak bicara.. Trus trus.. trus... ibu bapaknya jadi gak sabaran setelah membujuk2x-nya.. trus malah mereka mendiemkan... trus trus.. kalo ngambeknya makin menjadi-jadi... ibu bapaknya pake sapu lidi deh.. huehehehehe

Udah ah... itu intermezzo.
Yang mau Zezy ocehin adalah ngambeknya orang2x dewasa.

Apa sih emangnya Ngambek itu? Yang Zez tau.. ngambek itu sama juga dengan merajuk, bentuk protes, demo-nya seseorang untuk nunjukin ketidaksukaan. Biasanya emang siy kata Ngambek itu ditujukan pada anak2x. Tapi klo Ngambek itu dilakukan orang dewasa apa ya namanya?

Hmm.. kayaknya tergantung berapa banyak jumlah orang dan konteksnya (alias inti permasalahannya) deh. Klo hubungan kerja dan sosial yang melibatkan banyak orang.. biasanya 'NGAMBEK' itu berubah namanya menjadi: 'mogok' - pemogokan.. pembangkangan.. atau unjuk rasa - kayak demonstrasi di jalan2x itu kali ya?! Yang pada intinya sih.. sama2x memiliki tujuan PROTES! atau memperlihatkan rasa ketidaksukaan.. karena.. sebenarnya sang pelaku gak berdaya merubah keadaan sesuai dengan kemauan dirinya sendiri. Bisa karena tidak berani menentang arus, gengsi, hopeless, pengecut, dll.

Tapi klo antar dua manusia dewasa atau dalam populasi yg kecilan (yang Zez liat disekeliling Zezy siyyy... kekekekekk) seperti teman2x atau saudara Zezy dengan pasangannya, bisa pacar atau suami atau istri atau selingkuhan atau sahabat atau bahkan TTMnya (teman tapi mesranya) atau bisa juga antar orangtua ke anaknya (ini sekarang bisa dibalik.. bukan ngambeknya anak kecil ke orangtua.. tapi orangtua ke anaknya.. karenakan udah pada gede.. eh dewasa dink) :D ..... ya tetep ajah namanya NGAMBEK! Hak paten kata Ngambek yang diperuntukan pada anak kecil aja, sekarang udah gak kepake deh.. ;)

Eh.. apa sih tanda-tanda NGAMBEK?

  • Ngambek.. biasanya gak mau & tidak banyak NGOMONG, pasang muka kenceng, manyun dan jelek banget.. supaya ditanya 'Kamu KENAPA sayaaaaang...' oleh target tujuan pengambekan... kekekekekekek (kaleeeee yeee).


  • Ngambek.. biasanya pasang muka cemberut.. ya hampir sama dengan yg diatas dikitlah, meskipun banyak juga orang yang nunjukin gak dengan mimik mukanya.. tapi dengan aksinya.. :)


  • Ngambek..biasanya berubah mood dan otomatis bisa mengubah kebiasaan yang sering dilakukannya.. tukang senyum jd gak banyak senyum, tukang becanda jd gak ada aura candanya - mati rasa alias garing..


  • Ngambek.. biasanya akan menghilang, menjauh dan bersembunyi.


  • Ngambek.. biasanya gak mau ketemuan.. menghindar.. tapi tetep mencari tau bagaimana keadaan si target ambekan.. biar dia bisa tau, apakah aksi 'Ngambek'nya direspon atau tidak. Huekekekekek.. ini lucu juga! Banget malah..


  • Ngambek.. biasanya kalo gak dapat respon bisa berakhir dengan kehisterisan.. ke-ekstriman.. yang mengubrak gabrukin barang2x... eh itu bukan ngambek dink.. itu udah menjadi bentuk demo... demo yg anarkis.. Doooh.. bahasanya.. :D


  • Ngambek.. biasanya suka mencari perhatian ke si target ambekan, termasuk ke orang yg ada disekitarnya.. ada yg suka banting2x barang.. ada yg pasang musik keras2x.. ato apa deh.. kelakuannya yg minus2x pasti dijembrengin semua.. ckikikikik..


  • Ngambek.. biasanya gak selalu ditujukan secara frontal.. dan ekstrim. Bisa dia lakukan secara perlahan tapi pasti (dan cenderung sadis... krn bisa bawa bahaya buat hajat hidup orang disekelilingnya.. Whuekekekekek..), dan Hanya si target ambekan yg 'peka'lah yg bisa melihat aksinya si tukang Ngambek ini. Ih... ini mah klo kejadiannya sama pasangan yg sedang menjalin asmara kali ya... or... suami istri deh..


  • Ngambek.. biasanya pengennya dibujuk-bujuk oleh si target ambekan. Eleee.. elee.. elleee..


  • Ngambek... biasanya.... hmm... PATEN buat merubah orang ngikutin kemauan diri kita. TAPIiiiiiiiiiiiiiiiiii..... itu hanya sekali2x saja. Jangan keseringan! BAHAYA! klo keseringan. Kenapa??! Huahahaha... Ke LAUT ajah.. berenang-renang ma ikan Hiu! Gak akan ada yg ngerespon klo Ngambek ini dijadiin tabiat dan hobi. Jangankan orang yg kalian ambekin.. Zezy ajah enek eh gedek ngedengerin orang2x klo pada akhirnya punya masalah berat, karena awalnya diakibatkan Ngambek yg keterusan.


  • Ngambek.. biasanya....... Dll... ntar Zezy tanya ma orang2x deh.. Apa sih arti Ngambek buat mereka... dan apa yg mereka lakuin klo lagi ngambek.. okeeeeh... :D

    NGAMBEK... klo sedikit.. ya bolehlah dilakuin, tapi Jangan kelewatan Ngambeknya ya. Karena bisa berakhir gak baik. Kalau sudah diperhatikan dan mau diajak berdiskusi dengan orang yg kalian ambekin.. mbok ya direm-lah aksi Ngambeknya itu.
    Karenaaaaaaaa.... klo kelamaan, sang target ambekanmu itu akan muak juga. Jadi apa??! timbulnya nanti persoalan baru... kayak Perang Dunia I, II, III itu. Peperangan (bisa dingin maupun panas) dan gencatan senjata bakalan terjadi dimana-mana... karenaaaaa... pada dasarnya.. manusia itu Gengsinya tinggiiiiii sekaleeeee. Jarang ada yang mau disalahkan.... apalagi, gengsi paling gedheee-nya untuk memulai percakapan lagi kalo udah terjadi situasi 'BEKU'.

    Ya tokhhhh, ya tokhhh... kekekekekekkkk...

    Ei... cerita Zez.. to be continue ya.. Zez bakalan cerita contoh2x Ngambek yg keterusan, yang berakibat fatal. Okey ;)

    Baca Lebih Lengkap...

    Monday, March 05, 2007

    Semua Orang ingin Hidup Sempurna

    Myspace Layouts
    Mereka selalu bilang.. "Pengen rasanya lari kayak gini Zez


    Siapa sih yang tidak ingin menjadi sempurna dan mempunyai kehidupan yang sempurna?
    Siapa sih yang ingin terlahir bukan menjadi orang yang sempurna?
    Yang jelas, semua orang pasti menginginkan kehidupannya se-sempurna mungkin khan...?! :)

    Tapi apa dan bagaimana ukurannya kehidupan yang sempurna itu? Melalui kaca mata manusiakah? Melalui kaca mata kita sendiri, orang lain ataukah kaca mata Tuhan?

    Dulu, sekitar 5 tahun yang lalu adalah AA, salah satu teman yang berbisik ke telinga saya.. tentang komentarnya pada salah satu teman yang lain..


    "Zez.. betapa beruntungnya dia ya. Masih muda, dan hidupnya sudah lengkap. Karir, pasangan hidup, anak dan keluarga idaman sudah dia miliki. Dan mereka bahagia. Sedangkan kita belum seperti dia..."
    "Kapan ya kita dikasih Tuhan untuk seperti dia?? Yaaa.. gak muluk-muluk deh.. pacar ajah deh dulu.. hahaha.. Klo dikasih sekarang gw pasti mau deh merit. Eh.. eh.. tapi kayaknya maka itu gw belom dikasih karena gw juga belum tentu bisa jaga anak kali yee.. eh belum bisa ngurusin urusan rumah tangga kali ye... Atur diri ajah belom bisa, gimana mau ngurus suami ma anak.. huehehehehe... Ya gak sih?".

    Meskipun tersirat rasa ingin memiliki apa yang orang lain punyai, AA menyadari dirinyapun belum sanggup jika Tuhan memberinya hal yang sama.
    Lucu.. tapi itulah kenyataan dalam diri setiap orang selalu ada sifat iri. Hanya kadarnya yang mungkin harus dinetralisir. Jangan berlebihan, dan jangan pula kurang.
    Lah kok kenapa begitu..?

    Maksudnya saya.. sifat iri itu bisa dijadikan motivasi untuk mencapai segala sesuatu ke arah yg positif. Dengan adanya rasa iri sedikit, kita bisa memacu diri kita untuk mendapatkan apa yg kita cita-citakan dengan menyesuaikan kondisi serta kemampuan kita.
    Sedangkan iri yang berlebihan, inilah yang harus dikikis dengan segera. Kenapa? Karena... akan menjadikan kita seorang yang tidak mengukur diri & bisa menjerumuskan kita ke hal-hal buruk.

    Eh, eh.. denger bisikan begitu? Ada reaksi rasa di dalam hati. Bentuknya? iri.. hmm cemburu.. arghh.. kayaknya gak itu kali ya penyebutannya.. tapi mungkin hal yang sama dirasakan oleh kawan tersebut.

    Penghiburannya apa?... Hanya sedikit bergumam & berisik dalam hati.. 'Tuhan pasti punya rencana lain untuk setiap umatNya. Tidak untuk sekarang, tapi pasti ada untukku nanti!'. Itu salah satu cara untuk membesarkan hati kita untuk tidak meneruskan dan memupuk rasa iri berlebihan.

    Bingung ya utk cerita saya ini?
    Gini.. gini ceritanya...

    5 tahun yang lalu.. saya dikenalkan oleh seorang kawan (AA) dengan teman kerjanya dulu. Sebut saja perempuan itu dengan PM. Tampak baik dan memiliki keluarga yang harmonis dengan dikaruniai seorang anak laki-lakinya.
    Bisikan yang tadi di atas merupakan sepenggalan kejadian ketika mereka masih terlihat bahagia.

    3 tahun dari perkenalan itu, kami cukup berkawan akrab.. tak hanya dengan PM tapi juga dengan suaminya (AR). Bukan cuman teman main dan kongkow2x, bahkan kami juga mengerjakan beberapa bisnis bareng. Masuk tahun ketiga perkenalan inilah, tiba-tiba PM menggelar conference di ruang meeting kantor. Dia mengatakan rumah tangganya dalam keadaan tidak baik dan mendapat cobaan. AR berselingkuh! Waaah...
    Kaget? Ya mungkin, sedikit. Kenapa tidak banyak?? Ya karena kami tahu, tidak ada api jika tidak ada asap.

    Kami hanya tahu, sosok istri seperti PM layaknya memang harus menjadi seorang ibu rumah tangga yang harus fokus dan memperhatikan suami dan anaknya, jika dia memang telah memutuskan untuk menikah serta berkomitmen berumah tangga. Sedangkan PM? Kita menilai, kerja serta karirnya merupakan hal di atas prioritas tersebut. Jika hasilnya terjadi begini? Apakah salah? Ya gak salah-salah amat jika suaminyapun berselingkuh seperti yang dia ceritakan.

    Terlintas, ada pikiran bahwa kami-pun punya andil atas terjadinya hal itu? Kenapa? Terkadang, kami lupa.. bahwa PM sudah berkeluarga. Kami lupa untuk sering2x mengingatkannya segera pulang ketika malam sudah larut kita masih ngumpul2x bareng dan tertawa cekakak-cekikik. Kami lupa, bahwa PM bukanlah seperti kami saat itu yang masih bebas & belum memiliki tanggungjawab terhadap suami dan anak. Dilema? Ya mungkin, PM memposisikan dirinya masih bebas seperti kami, tinggal angkat telefon dan memberitahu hari ini, malam ini, saat ini masih bergaul dengan ini, dengan itu, disana dan disini pada suaminya AR.

    Yang jelas, sepenglihatan kita-kita... PM adalah perempuan yang paling beruntung dan diberi nikmat banyak oleh Tuhan. Kehidupan yang lengkap, serta pasangan yang mengerti kemauan dan keinginannya. Dan jika kali ini dia dicoba Tuhan dengan kejadian yang menimpa suaminya itu, hanyalah teguran untuknya untuk menjadikannya seorang istri yang lebih baik.

    Kawan saya ini bertanya, apa yang sebaiknya yang ia lakukan untuk rumah tangganya itu?
    Dia bilang sangat takut, apakah dia juga harus kena karma yang selalu menimpa kehidupan rumah tangga perempuan2x pekerja di kantornya, yang berakhir dan selalu berantakan karena bekerja di kantornya itu?
    Lah... kok ngomongin karma ya? Menurut saya, bukan itu. Emangnya kantornya memakai sistem tumbal? Hihihi.. Ya, mungkin. Tapi buat apa?

    Sebagai manusia beriman.. tidak layak kita menyalahkan atau mengalihkan penyebab terjadinya hal yang menimpa diri kita dengan hal-hal yang kita sendiri tidak ketahui secara nyata. Lihatlah itu dengan mata terbuka dan hati yang ikhlas. Renungin apa yang telah kita perbuat selama ini dan apa yang menimpa diri kita, hingga kita mendapat solusinya.

    Saya dan kawan2x lainnya hanya bisa menghibur. Kita semua turut prihatin dan terdiam (atau turut merasa bersalah ya? Entahlah!

    Hanya separagraf yang saya ingat waktu berusaha membantunya mencari jalan keluar 3 tahun lalu itu, bahwa semua persoalan pasti ada jalan keluarnya, jika memang dipikirkan secara matang & tenang.

    Saya menyarankan.. apapun yang kelak diambil olehnya harus diputuskan secara matang dan bukan dalam keadaan emosional, karena keputusan apapun yang akan diambil oleh dia dan suaminya, semua dampak & akibatnya bukan dirasakan oleh mereka berdua lagi. Tapi juga akan dirasakan oleh orang lain, keluarga besar kedua pihak, terutama anak mereka yang semata wayang.

    Gelas memang sudah retak atau pecah. Tapi apabila kita sayang dan nyaman dengan gelas itu dan berkeinginan kuat memakainya serta mempergunakannya lagi.. tentu saja masih bisa! Gelas itu dapat bersama2x diperbaiki lagi, dikasih lem kaca dengan telaten & teliti agar tidak ada kebocoran sana-sini jika dituang air ke dalamnya. Dan jika telah kembali baik dan terlihat cantik, Janganlah mengungkit siapa yang dulu telah meretakan dan menyebabkan gelas itu jatuh dan menjadi cacat. Karena nantinya akan kembali mengorek luka hati yang mungkin belum bisa kering sampai batas yang masing2x tidak ketahui.

    Itu hanya saran saya yang mungkin sangat mudah untuk diucapkan & dikeluarkan, tapi pasti gak gampang bagi yang sedang menjalankannya toh?! Hehehe.. Kenapa begitu? Wong saya juga pernah kok merasakan seperti itu, maka itu bisa ngoceh panjang kali lebar sok tau gini... Hihihi... (itu dulu! jaman pacaran.. jaman tahun jebot dan kuda gigit besi. Masih pacaran ajah sakit. Apalagi ketika sudah jenjang yang lebih tinggi gini ya.. tersayat2xnya udah gak bisa dibayangkan deh!)

    Kala itu, saya bertanya apa yang akan dia perbuat setelah ini? PM diam. Dan bilang.. "Kalau tidak ingat anak, gw kepinginnya kita cerai. Gw gak kebayang. Lihat mukanya saja gw sekarang jijik. Gw gak tau mau bagaimana nantinya rumah tangga gw".

    Saya hanya menitip pesan, kalau memang ingat anak dan masih ingin memberikan dia dan melihat dia tumbuh dewasa dalam keluarga yang utuh & kebersamaan dalam sebuah keluarga harmonis padanya, berikan dengan ikhlas dan rela.
    Yang artinya, benar2x memaafkan pasangannya dan menjalankan kewajiban sbg istri seperti dulu sebelum adanya kejadian tersebut. Dan jika memang dia merasa tidak bisa memaafkan dan ingin berpisah, keadaannya harus berakhir dengan indah, seperti awal mereka bertemu. Bukan dalam keadaan penuh emosi, benci dan dendam.

    Beberapa harinya, PM cerita... dia sudah mengambil keputusan tidak bercerai! Tapi untuk kembali melayani? Dia gak mau berkata bohong.. dia belum bisa. Tapi dia janji, dengan sejalannya waktu dia akan berusaha. Update news nya PM saat itu, dia sudah memperbaiki suasana rumah dengan berbaikan kembali dengan si suami.

    3 tahun setelahnya, kita menduga ada yang ditutupi oleh PM. Kita gak terlalu mendengar keluhannya lagi. Hanya pelarian untuk bekerja keras yang tidak dapat dia tutupi dari kami teman2xnya. Tauk kenapa? Dia makin menjadi. Tapi pergi jalan dengan kami? Tidak lagi. Seakan menghilang dan menghindar. Gak tauklah. Mungkin kejadian yang sama seperti dulu pernah terulang lagi, dan mungkin dia malu dan tidak ingin berbagi cerita dengan kami. Atau.. memang dia telah berjiwa besar untuk menerima semua keadaannya. Yaa.. istilah saya dan kawan2x.. "Aman2x Ajah". Hehehehe...
    Pandangan yang salah rupanya! dan dugaan yang salah dari kami semua yang sempat mendengarkan cerita PM kala conference 3 tahun lalu.

    Hari ini saya, disapa PM lewat Yahoo Messager.. Hmm... gak biasanya. Karena kan tadi sudah dibilang.. kita sudah jarang lagi berhaha hihi dan bercerita secara detail keadaaan masing2x. Entah gak cocok waktunya atau memang kaminya yang sedang tidak punya mood bareng.
    "Zez.. "
    "Sibuk gak?"
    "Gw mau ngomong"
    "Zez... gw lagi punya masalah gede sebenernya"
    "Gw mau divorce"
    "Hari ini gw keluar dari rumah"
    "Gw gak kuat. Dikantor mewek melulu. Malu sebenernya, tapi mau diapaain lagi."
    "Gw mau kesitu yaaaa Zezzz... malu gw di kantor gak enak keliatan nangis"


    Gak lama, PM dateng ke kantor... Duuuh.. liat keadaannya... kasian banget, prihatin dan nelongso. Bukan PM yang dulu. Yang masih tegar & tersenyum biar dia punya masalah. Ada apa? Kenapa dengan dia?

    Baru liat saya di depan pintu ruang kerja saya aja, dia sudah nangis sambil teriak meraung-raung... "Zezzz... gw udah gak tahan. Gw gak sanggup. Yang selama ini gw tutupin gw gak bisa lagi jalaninnya lagi. Gw gak kuat. Gw bohong sama elo soal dulu"

    Hari ini, kawan kita ini bercerita sambil nangis dan sesegukan. Dia bilang.. saran saya dulu untuk menerima secara ikhlas suaminya dan kembali untuk benar2x melayani suaminya gak sanggup dia jalanin. Dia ternyata sudah gak kuat untuk menutup-nutupinya lagi. Dia selalu disalahkan dan dianggap orang yang tidak dapat memaafkan, tidak melayani suami dan bukan istri yang baik.

    Diantara isak tangisnya, PM menjelaskan.. seandainya selingkuhan suaminya itu dulu bukan laki2x, pasti dia masih mau mencoba kembali melayani & menjalankan kewajibannya sebagai istri, sesuai saran saya dulu... menutup luka dan berusaha kembali memperbaiki tanpa mengungkit masalah itu.

    PM bercerita, sejujurnya selama 3 tahun itulah, dia berusaha mencari tahu & belajar untuk bisa mengerti peristiwa yang tengah menimpanya dan memahami apa yang sedang dialami suaminya, mencari penyebabnya dan mendiskusikannya dengan suami, meskipun selama proses itu dia tetap merasa risih & jijik.

    Hingga pada limitnya dia tidak kuat untuk menerima dugaan-dugaan dari sekelilingnya yang seakan bertanya & mengatakan bahwa kenapa dan kenapa dirinya tidak berusaha utk memperbaiki keadaan dan menerima ikhlas ke-khilaf-an seseorang, apalagi orang itu teman hidupnya sendiri dan ayah dari anaknya. Perasaan itulah yang menyiksa dia. Satu sisi, dia tidak mau membuka aib suaminya.

    Tetapi di satu sisi... bathinnya tidak bisa berbohong, jika dia takut dan ngeri. Dia takut anaknya tahu, dia takut akan perkembangan anaknya, dia takut untuk membayangkan ke depannya
    Tercengang juga! Kaget juga mendengar ceritanya, kayak mendengar geledek siang bolong. Masak sih berselingkuhnya dengan sesama laki2x??!

    PM melanjutkan ceritanya. Sang pacar suami, seorang anak laki2x umur 20th-an berbicara sendiri dengannya. Apa saja yang telah mereka perbuat dan sudah berapa lama hubungan mereka terjalin. Gilanya... PM dianggapnya kakak. Dia mencurahkan isi hati & menuangkan kisah percintaannya tanpa mikir ada hubungannya dengan PM. Sedih, miris, prihatin dan semua rasa yang ada turut merasakan apa yg dia rasakan.

    Sederet alasan PM untuk tidak menceritakan hal yang sesungguhnya terjadi 3 tahun lalu, saat dia bercerita perselingkuhan suaminya pada kami. Tapi selama 3 tahun itulah dia mencari tahu seputar kasus yang relevan dengan kasus yang menimpa dirinya, lalu mencari jalan kemungkinan penyembuhan, merenung dan pada akhirnya mengambil keputusan yang matang.

    Ya.. itu ceritanya. Ternyata apa yang kita lihat sempurna, tidaklah sesempurna apa yang kita lihat. Tadi saya balik berbisik pada AA, "Mau gak diri lo seperti itu? Mendapatkan apa yang Tuhan berikan padanya... Cepat mendapat pasangan, anak, rumah tangga yang terlihat baik dan kehidupan yg begitu sempurna? Tapi dibalik pemberian Tuhan itu, ada sesuatu hal yang tidak lo ketahui? Sanggupkah menjalankan pelajaran yang Tuhan kasih sama seperti Tuhan kasih ke PM?"

    AA cuman nyengir... "Gaaaaaklaaah... Gaklaah... Gw gak akan iri lagi dengan rumput tetangga. Rumput gw lebih hijau! Tuhan Maha Penyayang. Tuhan tahu, gw gak bakal sanggup menerima tes Tuhan seperti itu. Ya Tuhan ya... Jangan kasih aku cobaan kayak gitu. Au zubilah minzalik. Aku gak akan iri lagi kok dengan apa yang Engkau kasih ke setiap orang".

    Hmmm... sambil senyam-senyum, saya Aminin doanya.
    Semua pengalaman orang lain merupakan pembelajaran buat kita semua, termasuk buat Zezy sendiri. Siapa sih yang tidak ingin memiliki kehidupan yang sempurna sesuai kaca mata diri sendiri? Yang selalu mendapatkan dengan cepat apa yang diinginnkannya?

    Tetapi...... ternyata...
    Tidak ada hal-hal yang sesempurna sesuai pikiran kita di dunia ini.
    Ada banyak hal yang Tuhan bicarakan pada umatnya melalui pengalaman2x teman2x & sekeliling kita, bahwa apa yang Dia berikan sudah ada porsi & takarannya masing2x bagi tiap2x makhluknya. Karena Dia yang Maha Tahu!

    Baca Lebih Lengkap...

    Thursday, January 25, 2007

    LARILAH ke TUHAN

    "Coba LARILAH kamu ke TUHAN, jika kamu punya masalah!"

    Kata-kata itu siapa sih yg selalu ngucapin? Kata-kata menghibur yang biasanya dipakai untuk memberikan solusi seorang kawan yg sedang dirundung masalah & problem dalam hidupnya kan?!


    Mungkin gak semua orang yang bisa ngucapin seperti itu.. Ada juga yg suka menyarankan untuk berbuat hal2x yg mungkin (sekali lageeee... mungkin!) menyesatkan pada orang yg lagi 'buntu' pikirannya dalam menghadapi masalah mereka.

    Tapi.. sejauh yg kutahu... kebanyakan orang, terlepas dia itu seorang agamais atau atheis, fanatik beragama atau tidak tahu pendalaman tentang ajaran agama... selalu memberikan dukungan moril dengan kata2x seperti itu.. jika mereka tidak bisa memberikan solusi apa2x terhadap orang lain yg lagi ditimpa masalah.

    Tapi, coba bayangkan deh... siapa sih di dunia ini yg gak pernah punya problem & masalah? Hahaha.. namanya masih 'hidup' ya pasti selalu ada masalah-lah.
    Heiiii... jangan berkerenyit jidatnya.. ini hanya pendapatku kok.. :P

    Kenapa harus lari ke Tuhan??
    Ya itu kembali kepada keyakinan masing2xlah. Gak semua orang toh yg yakin akan keBesaranNYA?! kenapa aku bicara gitu?? Enteng banget kayaknya ya??
    Gaklah... aku gak enteng.. Cuman terkadang aku mikir... segala sesuatu itu ujung2xnya adalah keputusan Tuhan. Bukan karena hebatnya seseorang yg ditunjuk sebagai perantara. Tapi kenapa masih banyak orang yg meragukan keberadaanNYA?

    Maksudnya gini, klo orang sakit... memang benar kita harus lari ke dokter. Tapi.. dibalik itu semua... melalui tangan2x dokter itulah Tuhan membantu kita.
    Tapi apa samakah dengan jika ada orang yang lari ke dukun atau OP untuk mengatasi persoalannya?? Apakah Tuhan juga menggerakkan tangan mereka untuk mewujudkan keinginannya?

    Hmm.. itu yg perlu dipertanyakan..
    Pertanyaanku adalah.. kenapa kebanyakan orang harus ke dukun sih? kenapa harus ke OP sih? dimana mereka (para OP dan dukun itu) meminta bantuannya juga langsung ke Tuhan kok.. (atau SETAN ya? aku gak tau-lah). Kenapa harus lewat perantara sih? Kenapa gak langsung ke Tuhan?

    Pikirku hanya satu... OP dan dukun2x hanya menyampaikan pesan & keinginan kita ke Tuhan... apa orang-orang itu gak takut ya.. klo permintaan mereka salah disampaikan ke Tuhan (kayak maen bisik2xan di pramuka dulu... kekekek... awal pesennya apa.. bisa sampe di akhirnya apa.. hehehe.. gak nyambunglah istilahnya).. kan mending langsung ngomong sendiri ke Tuhan.

    Apa karena mereka gak PeDe kali yaaa... apa mereka pikir.. Tuhan gak bakal ngedengerin Doa yg langsung diucapin dari ujung lidah dan mulut sendiri?
    Apa karena mereka gak yakin Tuhan Maha Mendengar?
    Apa karena mereka gak bisa tahu dan baca cara Tuhan bicara & menjawab pertanyaan2x mereka?
    Apa karena mereka merasa gak pantas untuk bertemu langsung dengan Tuhan dan menyampaikan sendiri keinginan, cita2x dan permohonannya ke Tuhan?
    Apa mereka pikir Tuhan itu galak & tidak penyayang serta pilih kasih?

    Whuaaaa.... Tuhan itu Maha.. Maha.. dan Maha... Segala-galanya.
    Coba larilah ke DIA jika kalian punya masalah & problem... Gak ada tempat mengadu seindah tempat yang Dia sediakan.. :)

    Semoga gak ada lagi orang2x dan kawan2xku tercinta yg lari kemana2x selain ke arah DIA, amin.

    Baca Lebih Lengkap...

    Thursday, January 04, 2007

    Mengelola Amarah.. :)

    PimpingYourSpace.com. All you can need.

    Kemaren Zezz belom sempet nulis lagi.. tapi karena disapa oleh si Abah Ruli dalam salah satu blog Zez.. Jadinya Zez mampir sebentar di blognya dia.

    Ada yang bagus dari postingan si abah tea satu ini... belom sempet nih Zezz bikin komentar mengenai tulisannya.. Coba deh kalian baca ajah dan klik langsung blognya dia ya..

    Abah Ruli Poenya Cerita: Opini: Mengelola Amarah

    Dia kasih resep buat ngelola rasa marah.
    Katanya siiih... masih marah-marah juga.. (whuakakakakakakkkk)... tapi.. dikit..!


    Ngomong2x soal marah... Zez juga sering dibilang "Jangan marah2x dong Zez! Gitu ajah masak marah?!", klo lagi bicara sedikit teriak waktu ngasih tau orang yg nanya berulang-ulang dan gak paham2x apa yg dimaksud.
    HUh.. padahal itu kan namanya bukan marah2x lhoooo.. Zezzy gak marah loooh... Taapiiii.... bicara sedikit keras, dengan sedikit penegasan.. Whekeekekekekek... :D :p

    Ada tambahan dikit deh untuk 'Mengelola Marah' selaen yang ditulis abah tea itu..
    • Nangis ajah sepuasnya... guling2x klo perlu.. (tp jgn di depan orang banyak! malu! ntar dipikir gila lageee...)

    • Ambil wudhu.. Shalat.. sujud yg lama.. ngadu dan laporan... (apa yg mau kalian kaduin.. kaduin ajah ke DIA.. ;)..

    • Tapi yang jelas... niy yg jelassss.. klo udah mau marah... mendingan makin merendahkan posisi tubuh kita deh. Misalnya: klo posisi tubuh pas napsu pengen marahnya keluar itu lagi posisi berdiri, ya sebaiknya lirak-lirik cari bangku deh.. buat.. duduk! bukan buat ngelempar tuh bangku... (hihihihi). Klo masih mau loncat tuh hantu yg ada di kepala... ya coba cari posisi membungkuk lagi yang lebih rendah.. ato gak, emang harus sekalian dibawa badannya untuk berbaring ajah... alias tidur.. :)


    Tauk gak kenapa? Duluuu niy... kata si Ayah Zez.. Jangan sampai ketika kita marah, tubuh kita ini kita ajak naik juga, karena hal itu akan memancing naiknya emosi. Jika amarah kita naik, semakin mudah bagi hantu2x mengajak kita berbuat ke hal-hal yang buruk.

    Coba inget2x deh... waktu kita marah dalam posisi berbaring.. lalu ingin mengekspresikannya.. kan gak terlalu 'hot' rasanya untuk meluapkan emosi marah itu.. alias gak enak lah.. masak ngoceh2x dan marah2x sambil baringan... hihihi... trus.. utk supaya lebih lepas emosinya, pasti kita langsung bangunin tubuh kita untuk duduk.. dan selanjutnya langsung berdiri.. dan jika kita sudah berdiri.. kita pasti akan melangkah, berlari atau mengejar dan menghampiri sesuatu atau orang yang membuat kita marah kan?! Benar gaaaaak??!

    Klo udah begitu? apa yang selanjutnya terjadi???! Ckckckck.. dijamin bukan amarah kita yang teredam. Tapi makin menjadi tuh hantu2x yang menari2x di kepala kita.

    Hasil akhirnya apa? Bisa diduga... kejadian dan peristiwa luar biasa deh.. yg nantinya bisa bikin kita sendiri nyesel.. atau... orang lain yang menyesalinya..

    Semogaaaaaaaaa... (niy semoga ya.. - namanya juga usaha) abis baca ini... kita semua bisa mengelola amarah dengan cantik. Bukan hanya Zezy ajah.. tapi kalian semua. Okeh.. Mmmuuuaachh.. :*

    Baca Lebih Lengkap...

    Monday, October 02, 2006

    SeAndainya kita iNi SelebRitis... Udah siap belom sih?!

    myspace code

    Dari beberapa waktu lalu, ada yang kesel banget. Eh.. gak kesel siiiy... cuman ada yang lagi gak suka ajah ama tingkah laku seorang kawan.

    Gara2x FS...
    Gak tau yaaa... mungkin Bete ajah... gara2xnya gini.. Apapun yg dia ganti dan pasang di profilnya.. selalu diikutin... Tadinya dia gak terlalu peratiin.. tapi kok lama-lama nih kawannya menjadi meng-gila...

    Ada komentar dari seorang kawan dalam menanggapi keluhan itu...
    Apa coba?!... "alaaaa.... anggap ajah elo itu selebritis.. lo itu emang kiblat dia dalam hal gaya apapun.."
    "Aturannya lo bangga... smua yang lo lakuin selalu dianggap baik.. jadi dia pengen ajah ngikutin apapun dari elo. Syukurin itu. Itu kan nikmat Tuhan buat elo".

    Argggggghhh... tapi teteep dia gak sukaaaaaaaaaa... kenapa sih tuh orang gak bisa ciptain gaya sendiri... Ergggghhh...

    Tapiiii nih ya... Zezy kasih tauk...
    Ada beberapa kata2x bijak dan nasihat bijak untuk mengilangin rasa Bete itu kalo punya dan ketiban masalah yang seperti itu.

    Dulu Bunda juga pernah bilang, "kalau gak mau disamain ma orang lain, nanti kamu buat sendiri pabriknya kalau sudah besar atau kamu bikin karya sendiri, biar gak ada orang yg nyamain barang2x kamu". Ini ucapan Bunda, kala Zez protes kenapa temen di sekolah SD dulu, selalu membeli tas, sepatu atau tempat minum yang sama dengan kepunyaan Zezy. Padahal, tas itu kan sebenernya dijual dengan berbagai warna.. tetapi.. kenapa sih temen Zezy itu senengggg banget beli dengan benda & warna yang semuanya sama!

    Ayah pernah bilang, "Nabi saja, justru senang & menyuruh umatnya untuk mengikuti jejaknya, kenapa kamu gak senang... jika orang lain mencontoh hal yang dianggapnya baik dari kamu? itu ibadah & amal jariyah"

    Kawan2x lain dalam komunitas yang berbeda pernah bilang juga, "Itu tandanya elo dianggap lebih baik dari mereka.. Sebenarnya, mereka itu iri dengan apa yang elo punyain. Elo termasuk orang yang beruntung, karena ada orang yang ingin menjadi seperti elo".

    PimpingYourSpace.com. All you can need. .... Nah jadiiiiii... Jangan pernah bete, ngamuk2x sendiri, ngedumel sendiri.. apalagi kesel ama orang yang selalu nurutin gaya2x kita. Anggap ajah kita lagi belajar jadi selebritis, lagi dikagumi sama fans2x yang akan punya jasa besar buat ngebesarin kita jadi orang besar.

    Kalau masih belum terima juga?! Wah wah.. wah... itu namanya diri kita ini belum sanggup buat jadi public figure atau selebritis alias orang Te Ope Be Ge Te... Hahahaha. Udah..udah.. udah.. Gak usah dikeki'in lagi deh...

    Gimana mo jadi orang besar sih, klo sifat jelek model gitu dipelihara?! Wong baru jadi orang kecil ajah sudah belingsatan, mikirin kenapa ada orang yang suka meniru diri kita. Aturannya kan disyukurin.. itu nikmat Tuhan kalo dia itu calon public figure eh seleb kecil-kecilan. Ckckckck...

    Baca Lebih Lengkap...

    Saturday, September 02, 2006

    Susahnya Merubah Kebiasaan Adat Turun Temurun

    Sungguh beruntung kita dilahirin sebagai orang yg bisa memeluk suatu kepercayaan dengan baik untuk menjadi pedoman hidup, dan kita bisa ngejalaninnya tanpa harus pusink kepala kebingungan membedakan mana yg benar dan mana yg salah.

    Sebetulnya itu hanya masalah kepercayaan. Coba lihat, berapa banyak kepercayaan yang ada di muka bumi ini? Banyak! Banyak sekali. Tapi, apakah semua bisa mengaku benar dan paling benar jika enggak punya rasa percaya.

    Percaya itu datang karena kebiasaan. Kenapa Zez bisa bilang gitu?


    Seorang kawan terlahir dan besar dalam lingkungan keluarga yang menganut budaya jawa yg sangat kental.
    Gak heran, sewaktu dia beranjak dewasa dan bisa berfikir sejalan dengan kepercayaan yg diyakininya, dirinya merasa bingung. Apa yg harus diperbuat jika menurutnya kebiasaan yang sering dijalaninya & keluarganya dulu menurutnya tak sejalan?

    Apakah dia termasuk orang yg tidak melestarikan budayanya?

    Ingin rasanya dia memberontak. Tapi gak kuasa, kala kedua orangtuanya tetap menjalankan budaya serta ritual yang menurut mereka usaha untuk buah kebaikan kawanku itu, mencarikan JODOH! Yup, mereka berharap jodoh bagi anak mereka segera tiba.

    Mandi, tabur bunga, memakai benda, menyiram minyak wangi dsbnya.

    Sejalan dengan itu, kawanku bercerita.. sesekali dirinya tak ingin menolak, meskipun hatinya bertentangan, dan dia menganggap.. tokh.. udah banyak usaha yg dilakukan melalui cara itu, gak juga muncul jodoh baginya.

    Pintu kesempatan untuk mengungkapkan betapa tak setujunya dia terhadap kedua orangtuanya mengenai hal itu, belum sempat diucapkan.

    Hingga suatu hari, sang Bapak sakit dan meninggal di rumah sakit.
    Seluruh anak, menantu berkumpul. Mereka bergantian membacakan doa & membimbing sang bapak untuk mengingat kepada Tuhan.

    Menurut kawanku, air mata tak kuat dibendung.. ketika dengan mata kepala sendiri, dia menyaksikan bapaknya yang sudah tak berdaya menampakan ekspresi marah & tidak senang, ketika doa untuk membimbingnya dibisikkan di telinganya. Hingga dalam keadaan sakaratul mautpun ia tak ingin diingatkan Tuhannya.

    Sejak kepergian sang bapak, kawanku mulai memberanikan diri membuat pencerahan untuk membukakan pikiran keluarganya yang sudah terbiasa menjalankan ritual yang telah turun temurun & tidak selalu benar.

    Dengan berbekal kejadian yang dialami sang bapak ketika sakaratul maut, dia berusaha meyakinkan bahwa kebudayaan yang dapat mensekutukan Tuhan, akan berbuah tak baik bagi yang menjalaninya. Semakin jauh dan jauh.

    Usaha itu, masih terus dijalaninya. Tapi alangkah kagetnya dia.. ketika belum sampai 40 hari kematian sang bapak. Si Ibu sudah memanggil ruh bapak melalui bantuan seorang paranormal yang katanya bisa kemasukan ruh orang yg sudah meninggal.

    PimpingYourSpace.com. All you can need. Mungkinkah itu??! Hal yang sudah menjadi kehendak Tuhan dipanggil lagi melalui tangan manusia dan kehendak manusia?
    Miris & prihatin mendengarnya. Ya itu salah satu adat yang sudah dipercayai sejak dulu, meskipun tidak sejalan dengan keyakinan yang dianutnya.

    "Telah putus semua hubungan anak manusia jika dirinya telah dipanggil Tuhannya, kecuali 3 perkara: Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat & anak yang shaleh".

    Kasian, kawanku ini. Semoga dia diberikan kekuatan iman, ketabahan & kesabaran untuk bisa membukakan jalan yg terang buat keluarga, saudara2xnya untuk kembali ke jalan Tuhannya, amin

    Baca Lebih Lengkap...