Banyak orang yang mengatakan bahwa teman dekat adalah teman yang melebihi teman biasa. Lalu, sama tidak sih teman dekat dengan sahabat/sobat?
Sebagian orang mengatakan sama, antara teman dekat dengan sahabat. Dan sebagian lain ada yang mengartikan sedikit ada perbedaan antara teman dekat dan sahabat, dengan alasan karena sahabat adalah teman dekat yang melebihi teman dekat. Nah loh, bingung gak sih? Sebenarnya apa artinya ’sahabat’ itu?
Biasanya dengan seorang sahabat, anda akan dapat lebih berkomunikasi, bertukar fikiran, berinteraksi, bersosialisasi, berkreasi bahkan berekreasi secara lebih emosional dibanding dengan teman biasa. Dalam membina persahabatan, orang umumnya memiliki persamaan minat dan kepentingan. Misalnya, sama-sama minat olahraga, hobi belanja dan lain-lain.
Memiliki banyak teman bisa membuat anda merasa sangat senang. Terlebih jika dikelilingi oleh teman-teman yang ramah, hangat dan tulus, pasti akan membuat anda merasa tenang dan lebih nyaman. Tak dibayangkan bukan, jika dalam suatu lingkungan anda tidak memiliki seorang temanpun. Begitu juga di kantor, tempat anda bekerja.
Memang dalam berteman di kantor / lingkungan kerja, anda tak perlu memilih siapa saja yang akan menjadi teman anda. Tetapi, dalam memilih sahabat, sebaiknya anda bersikap lebih hati-hati dan bijaksana.
Seperti pengalaman yang dialami Ayu, seorang project manager di sebuah perusahaan jasa di Jakarta, pernah mengalami pengalaman pahit akibat memiliki sahabat dalam satu kantor. Ayu, wanita karir dan supel ini harus kehilangan pekerjaannya di kantor tempatnya bekerja. Dan harus bersedia di mutasi ke anak perusahaan lainnya.
Hal ini disebabkan, sahabat satu kantornya yang bernama Wulan mengkhianati persahabatan mereka. Berawal dari sikap Wulan yang telah berubah sejak mendapat perhatian lebih dan tak wajar dari atasan yang sudah berkeluarga. Sebagai sahabat, Ayu menasihati dan tidak mendukung akan tindakan Wulan dalam menanggapi perhatian atasan tersebut. Terlebih karena Wulanpun sudah berkeluarga.
Sikap Ayu yang tidak mendukungnya tersebut, membuat persahabatan mereka menjadi renggang. Wulan menjadi sering berbohong dan mencuri waktu disela-sela jam kantor untuk bertemu dengan atasan tersebut diluar kantor untuk urusan pribadinya. Tak hanya itu, performa kerja serta kerjasama dalam satu tim pun menurun.
Hubungan persahabatan mereka bertambah retak, setelah Wulan semakin dekat dan terang-terangan terlibat asmara dengan sang atasan. Wulan menceritakan semua rahasia persahabatan mereka. Termasuk nasihat-nasihat Ayu dulu kepadanya untuk menjauhi atasan mereka tersebut.
Alhasil, sang atasan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif dan tidak nyaman bagi Ayu. Semakin lama Ayu dibebastugaskan serta secara bertahap dikurangi tanggungjawabnya sebagai project manager. Dan pada akhirnya Ayu di mutasi ke anak perusahaan lain yang berbeda gedung dengan kantornya itu.
Bagi Reza, seorang eksekutif muda yang bekerja di industri F&B, dirinya bersyukur jika dapat memiliki seorang sahabat dalam satu kantor. Tetapi jika memang tidak menemukan orang yang sesuai untuk dijadikan sahabat, dirinya tak memaksakan untuk mencari. Toh bagi pria muda bertubuh atletis ini, sahabat bisa dicari dari lingkungan luar kantor.
Menurutnya, persahabatan itu adalah pertemanan yang memakai perasaan lebih. Oleh sebab itu jika perasaan terlalu dilibatkan dalam situasi bekerja, maka akan memperbesar resiko dalam jenjang karirnya.
Dari cerita tentang dua orang tersebut, hal yang patut diingat adalah: Jangan jadikan persahabatan itu sebagai suatu ’ketergantungan’. Karena umumnya, wanita lebih melibatkan emosi dan perasaan daripada pria.
Lalu, bagaimana sebaiknya jika memiliki sahabat dalam satu kantor? Apakah akan mempengaruhi bagi karier anda?
Ada baiknya anda mengetahui baik buruknya memiliki seorang sahabat dalam satu kantor. Berikut beberapa hal positif, jika anda memiliki sahabat dalam kantor yang sama:
· Anda memiliki tempat curhat / berbagi rasa.
· Anda mendapat tempat dukungan jika mengalami masalah.
· Ada yang memberi semangat dan menghibur anda jika mengalami masalah.
· Anda akan mendapat input-input untuk kemajuan karier anda.
· Anda akan mendapat informasi lebih cepat seputar pekerjaan / kantor, jika anda memiliki sahabat dalam posisi & jabatan yang sama.
· Persaingan dalam berkarier dengan sahabat anda, dapat memotivasi kinerja kerja anda menjadi lebih meningkat dalam meraih kemajuan.
· Anda dapat saling berbagi dengan sahabat tersebut tak hanya masalah di lingkungan kerja, bahkan untuk masalah keluarga, teman atau pasangan.
· Jika anda memiliki sahabat dengan berbeda level / kedudukan jabatan, akan lebih mudah bagi anda untuk mengekspresikan diri anda dan mengajukan ide-ide anda demi kemajuan perusahaan dan berguna bagi karier anda.
Sebaliknya, ada sisi negatif jika anda bersahabat dengan rekan sekantor, yaitu:
· Jika persaingan dalam berkarir & persahabatan menjadi satu, dan sudah tidak berjalan dengan sehat, akan berakibat fatal bagi karir anda. Berikut contohnya:
o Anda dapat bertindak emosi untuk pindah kerja tanpa memikirkan karier yang telah anda bina sebelumnya, akibat perselisihan dengan sahabat.
o Anda akan mengkhianati persahabatan yang telah anda bina dengan membuka aib / rahasia sahabat anda yang telah dia percayai kepada anda, guna memenuhi ambisi peningkatan karier. Hal itu akan membuat reputasi buruk bagi anda dan karier anda.
o Timbul pikiran negatif dan ide-ide kotor untuk menjatuhkan karir sahabat anda, sehingga timbul image anda adalah tipe orang yang menghalalkan segala cara dalam meraih keuntungan diri sendiri di lingkungan kerja.
· Jika anda sudah merasa ketergantungan dengan sahabat tersebut, dan emosi anda sudah sangat terikat dengannya, maka akan berdampak pula pada karir anda. Berikut contohnya:
o Anda akan selalu bersama dengan sang sahabat, baik waktu makan siang, pulang kerja, bahkan setiap saat anda tampak berdua. Hal ini akan membuat anda di cap ’eksklusif’ dan mengesankan diri anda sombong, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain di lingkungan kerja anda.
o Jika sahabat pindah kerja dan tak lagi sekantor dengan anda, anda akan merasa sangat kehilangan. Bahkan mungkin, akan mengikuti jejaknya untuk pindah ke dalam kantor yang sama, sehingga anda tidak fokus dalam meniti karir anda.
· Jika anda memiliki sahabat dalam satu divisi yang sama dan jabatan selevel, persaingan kerja akan lambat laun berubah menjadi persaingan tidak sehat.
· Jika anda memiliki sahabat dengan berbeda level, pertimbangkanlah! Karena akan membuat segala sesuatu yang anda raih berkat kerja keras yang dijalankan dengan baik & cara-cara lurus, akan dinilai tidak selalu positif. Bahkan mungkin, anda akan mendapat cibiran dari sesama rekan kerja, bahwa hasil yang telah anda capai hanyalah pemberian atasan yang menjadi sahabat anda.
Hmm... ternyata memiliki sahabat sekantor tidak selamanya memberikan dampak positif bagi kemajuan & perkembangan karir anda bukan?
Nah, sebelum memulai persahabatan dalam satu kantor, simak beberapa saran & tips memilih sahabat sekantor dibawah ini:
· Anda memerlukan waktu untuk mengetahui siapa dan bagaimana calon sahabat anda tersebut.
· Jangan pernah anda mengungkapkan semua hal pribadi anda padanya sekaligus, meskipun dia telah menceritakan semua hal pribadinya kepada anda.
· Jangan langsung mengambil keputusan untuk menjalin persahabatan hanya dengan bertemu dengannya beberapakali saja.
· Jika anda merasa tidak cocok dengannya, dan dia telah menganggap anda sebagai sahabatnya, anda berhak untuk menolak dengan cara yang halus. Gunakanlah sikap simpatik dan baik. Bahkan sebaliknya, jika anda yang ditolak untuk dianggap seorang sahabat, jangan sakit hati dan rendah diri. Masih banyak orang lain yang lebih cocok menjadi sahabat anda.
· Jika sahabat menceritakan sesuatu yang sangat pribadi dan rahasia, anda harus menjaganya. Janganlah anda mengumbarnya pada rekan-rekan kerja. Karena akan berdampak buruk pada persahabatan anda dan bahkan menimbulkan ketidakpercayaan sahabat & rekan kerja lainnya kepada anda, sehingga berdampak pada situasi & kondisi kerja anda sendiri.
· Apapun yang terjadi dalam hubungan persahabatan anda di kantor, jangan pernah anda membuka aib / rahasia sahabat anda kepada siapapun. Hargailah bahwa dia pernah menjadi sahabat anda!
· Jika persahabatan di kantor harus berakhir, jangan sampai mempengaruhi kualitas dan kinerja kerja anda.
· Jangan jadikan persahabatan anda menjadi penghambat anda dalam berkarir.
· Anda harus menjaga hubungan persahabatan anda itu benar-benar sehat dan saling memberi pengaruh positif.
· Anda harus bersikap profesional dalam bekerja dan tetap menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan lainnya, meskipun telah memiliki sahabat di kantor.
· Jadikan persahabatan anda dengan rekan sekerja tersebut menjadi motivasi anda untuk meraih kemajuan berkarir.
Nah... untuk itu, pertimbangkanlah hal-hal diatas untuk memiliki sahabat ’se’kantor, karena semua akan berpengaruh tak hanya pada karir anda, tetapi juga pada kehidupan sosial anda kelak.















